بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

PROFIL & SEJARAH

PONDOK PESANTREN

Ulumul Qur'an Hasyim Muzadi

— ❦ —

"Tandurane Abah, Tukule nang Papua"

(Tanaman Beliau, Tumbuh di Papua)

Pesantren Tahfidz Aswaja An-Nahdliyah
Pertama di Kabupaten Mimika, Papua Tengah

📍 Karang Senang SP-3, Kuala Kencana, Mimika 📞 WhatsApp: 0822-3969-3243 🌿 Berdiri Sejak 28 Oktober 2017

Daftar Isi

BAB 1

Pengantar dari Pengasuh

— ❦ —

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menumbuhkan tanaman dakwah Almaghfurullah KH. Ahmad Hasyim Muzadi di tanah Cendrawasih melalui Pondok Pesantren Ulumul Qur'an Hasyim Muzadi (PPUQHM).

Dokumen ini disusun sebagai catatan resmi dan dokumentasi lengkap tentang profil dan sejarah PPUQHM — pesantren yang berdiri pada 28 Oktober 2017 dengan peletakan batu pertama oleh tiga ulama besar nasional, dan diresmikan pada 23 September 2018 oleh keluarga Almaghfurullah KH. Hasyim Muzadi.

Pesantren ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya pesantren tahfidz dengan manhaj Aswaja An-Nahdliyah di tanah Papua. Pertumbuhannya selama sembilan tahun (2017-2026) telah membuktikan bahwa keberkahan Allah SWT mengalir di setiap sudut bumi — termasuk di tanah ujung timur Indonesia.

Dokumen ini bukan sekadar catatan administratif, melainkan refleksi spiritual atas perjalanan pesantren yang setiap babnya berisi pelajaran, kesabaran, kegembiraan, dan kesyukuran. Semoga dokumen ini bermanfaat bagi pembaca, dan menjadi inspirasi bagi siapapun yang ingin berkhidmah dalam pendidikan Islam Aswaja di tempat-tempat yang masih membutuhkan.

"Tandurane Abah, Tukule nang Papua"
— Ny. Hj. Mutammimah Hasyim, peresmian PPUQHM 23 September 2018

Pengasuh PPUQHM,

Gus Mursyid Adi Saputra, S.Ag., Al-Hafidz& Ning Siti Imroatus Sholihah, S.Pd., Al-Hafidzah

BAB 2

Profil Singkat PPUQHM

— ❦ —

Identitas Resmi

Nama Resmi
Pondok Pesantren Ulumul Qur'an Hasyim Muzadi
Nama Arab
معهد الشيخ هاشم مزادي لعلوم القرآن
Singkatan
PPUQHM
Tanggal Berdiri
28 Oktober 2017 (peletakan batu pertama)
Tanggal Peresmian
23 September 2018
Pengasuh
Gus Mursyid Adi Saputra, S.Ag., Al-Hafidz
Pengasuh Putri
Ning Siti Imroatus Sholihah, S.Pd., Al-Hafidzah
Manhaj
Ahlus Sunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah
Lokasi
Karang Senang SP-3, Kec. Kuala Kencana, Kab. Mimika, Papua Tengah
Kontak
WhatsApp: 0822-3969-3243
Motto
"Tandurane Abah, Tukule nang Papua"

Identitas dalam 5 Kalimat

PPUQHM adalah pesantren tahfidz Aswaja An-Nahdliyah pertama di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang mengusung nama Almaghfurullah KH. Ahmad Hasyim Muzadi dan meneruskan estafet pemikiran beliau di tanah Cendrawasih.

Pesantren ini diasuh oleh pasangan suami-istri hafidz-hafidzah: Gus Mursyid Adi Saputra (dzurriyah Sunan Giri dengan sertifikat NAAT) dan Ning Siti Imroatus Sholihah (alumni 4 pesantren NU ternama), keduanya membawa total 6 jalur sanad ke KH. Muhammad Munawwir Krapyak.

PPUQHM menggabungkan pendidikan tahfidz, kitab kuning klasik, dan sekolah formal SMP & SMA terakreditasi — sehingga lulusannya menjadi hafidz/hafidzah sekaligus memiliki ijazah resmi negara untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Pesantren ini terbuka untuk semua kalangan, dengan menyediakan beasiswa khusus untuk santri dhuafa, mengikuti filosofi NU "murah meriah, banyak berkah".

Selama sembilan tahun perjalanan (2017-2026), PPUQHM telah meluluskan generasi hafidz/hafidzah, membuka cabang Madrasah Ulumul Qur'an Hasyim Muzadi di SP 1, dan membangun jaringan kerjasama dengan kampus-kampus dalam dan luar negeri.

BAB 3

Sejarah Pendirian

— ❦ —

Latar Belakang

Pendirian PPUQHM tidak bisa dilepaskan dari perjalanan spiritual Gus Mursyid Adi Saputra yang setelah menyelesaikan studi di STKQ Al-Hikam Depok pada tahun 2017, mengikuti program PROSAKTI (Program Sarjana Mengabdi) selama satu tahun di tanah Papua. Dalam masa pengabdian inilah Allah SWT menanam benih cita-cita untuk mendirikan pesantren di SP 3.

Gus Mursyid melihat realitas yang menggugah hati: di Mimika belum ada pesantren tahfidz dengan manhaj Aswaja An-Nahdliyah yang murni. Banyak masyarakat NU di Papua yang merindukan tradisi pesantren seperti yang ada di Jawa, namun tidak ada wadah formal yang menyediakannya. Dari keprihatinan ini, lahirlah cita-cita mendirikan pesantren yang membawa tradisi pesantren NU ke tanah Papua.

Kronologi Pendirian

Tanggal
Peristiwa
2017 (awal)
Gus Mursyid menjalani program PROSAKTI di SP 3 Mimika selama 1 tahun. Cita-cita pendirian pesantren mulai terbentuk.
28 Oktober 2017
Peletakan batu pertama oleh tiga ulama besar nasional: KH. Ma'ruf Amin, KH. Miftahul Akhyar, KH. Lukman Haris Dimyathi
27 Desember 2017
Kesepakatan masyarakat 5 wilayah Mimika untuk mendirikan pesantren bersama-sama
25 Januari 2018
HIBAH tanah dari Pak Edi & Bu Ida sebagai lokasi pesantren
17 Februari 2018
Pemindahan batu pertama ke lokasi tanah hibah
23 September 2018
Peresmian PPUQHM oleh Ny. Hj. Mutammimah Hasyim & Gus Yusron Sidqy
27 Desember 2018
Pernikahan Gus Mursyid & Ning Siti Imroatus Sholihah (3 bulan setelah peresmian)

Hibah Tanah dari Pak Edi & Bu Ida

Salah satu peristiwa kunci dalam pendirian PPUQHM adalah hibah tanah dari Pak Edi & Bu Ida pada 25 Januari 2018. Pasangan ini dengan ikhlas menghibahkan tanah mereka untuk dijadikan lokasi pesantren — bukan sekadar pewakaf, tetapi PENGHIBAH dengan transfer kepemilikan yang lebih kuat secara hukum.

Tindakan mulia ini menjadi salah satu tonggak penting yang memungkinkan PPUQHM berdiri. Tanpa keikhlasan Pak Edi & Bu Ida, pesantren ini tidak akan ada di tempat strategis seperti sekarang. Semoga Allah SWT membalas kebaikan beliau berdua dengan keberkahan yang berlipat ganda.

Peresmian — Momen Sakral

Peresmian PPUQHM pada 23 September 2018 menjadi momen yang sangat sakral. Yang meresmikan adalah dua sosok kunci dari keluarga Almaghfurullah KH. Hasyim Muzadi:

Pada momen peresmian, Ny. Hj. Mutammimah mengucapkan kalimat sakral yang kemudian menjadi motto pesantren:

"Subhanallah, gak nyongko tibake tandurane Abah puluhan tahun tukule nang Papua"
(Subhanallah, tidak menyangka bahwa tanaman Beliau puluhan tahun, tumbuh di Papua)

Kalimat ini menjadi prasasti spiritual PPUQHM yang akan terus dikenang dan diulang dalam setiap dokumentasi pesantren. Maknanya sangat dalam: PPUQHM adalah "tanaman" — buah dari benih dakwah Almaghfurullah KH. Hasyim Muzadi yang ditanam puluhan tahun lalu di Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok, dan secara takdir Allah tumbuh dan berbuah di tanah Papua.

BAB 4

Tokoh Pendiri & Peresmian

— ❦ —

Tiga Ulama Peletak Batu Pertama (28 Oktober 2017)

1. KH. Ma'ruf Amin

Ulama besar nasional yang pada saat peletakan batu pertama menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Beliau kemudian terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13 (2019-2024). Kehadiran beliau dalam peletakan batu pertama PPUQHM adalah bentuk dukungan nyata kepada pesantren NU di tanah Papua.

2. KH. Miftahul Akhyar

Ulama besar dari Surabaya yang kemudian menjabat sebagai Rais Aam PBNU dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Beliau adalah salah satu ulama paling berpengaruh di NU dan Indonesia.

3. KH. Lukman Haris Dimyathi

Pengasuh Pondok Pesantren Tremas, Pacitan — salah satu pesantren NU tertua dan paling berwibawa di Jawa Timur. Kehadiran beliau merepresentasikan tradisi pesantren NU klasik di tanah Papua.

Dua Sosok Peresmian (23 September 2018)

1. Ny. Hj. Mutammimah Hasyim

Istri Almaghfurullah KH. Ahmad Hasyim Muzadi — Ketua Umum PBNU dua periode (1999-2010), pendiri Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok, dan tokoh Islam Wasathiyah dunia. Ny. Hj. Mutammimah adalah saksi langsung perjalanan dakwah suami beliau, dan kehadirannya dalam peresmian PPUQHM merupakan restu spiritual yang sangat berharga.

2. Gus Yusron Sidqy

Putra bungsu Almaghfurullah KH. Hasyim Muzadi yang melanjutkan dakwah ayahanda di lingkungan keluarga Al-Hikam. Restu beliau menjadi pengakuan resmi dari keluarga Al-Hikam terhadap PPUQHM sebagai "pesantren Hasyim Muzadi di Papua".

Takdir Indah: Dua Sosok yang Sama

Ada takdir yang sangat menyentuh tentang Ny. Hj. Mutammimah dan Gus Yusron Sidqy. Pada malam wafat Almaghfurullah KH. Hasyim Muzadi (16 Maret 2017):

Yang meresmikan PPUQHM (23 September 2018) adalah dua sosok yang sama yang berada di samping kepala Almaghfurullah KH. Hasyim Muzadi pada malam wafat beliau. Ini adalah lingkaran takdir yang sangat menyentuh dan penuh hikmah — seakan PPUQHM benar-benar adalah "tanaman Abah" yang diakui oleh keluarga inti beliau.

BAB 5

Profil Pengasuh

Gus Mursyid Adi Saputra, S.Ag., Al-Hafidz

— ❦ —

Identitas

Gus Mursyid Adi Saputra, S.Ag., Al-Hafidz lahir di Karangmalang Wetan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Malam Senin 12 Rabi'ul Awwal 1414 H bertepatan dengan 29 Agustus 1993 — Malam Maulid Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah putra dari pasangan H. Muhammad Sobirin (Kepala Desa Karangmalang Wetan) dan Hj. Siti Kumaeroh. Kakek beliau adalah KH. R. Muhammad Said.

Status Nasab — Dzurriyah Sunan Giri

Yang sangat istimewa tentang Gus Mursyid adalah silsilah nasab beliau yang bersambung 43 generasi sampai Rasulullah Muhammad SAW. Dari jalur ibunda Hj. Siti Kumaeroh, beliau adalah dzurriyah Sunan Giri melalui:

Sertifikat Resmi NAAT + Naqobah Maroko

Status nasab Gus Mursyid telah diverifikasi secara resmi melalui dua lembaga otoritatif dengan Sertifikat Nomor 0047/NAAT-SHD/XII/2023 tanggal 13 Desember 2023:

Bagian Kanan Sertifikat (NAAT Indonesia)

Bagian Kiri Sertifikat (Naqobah Kerajaan Maroko)

Sayyid Ibrohim Maulana Ishaq menjadi titik temu dua otoritas — beliau adalah jembatan antara dunia Maghrib (asal usul) dan Nusantara (Walisongo).

Nama Resmi dalam Sertifikat

K.H.R. Mursid Adi Saputra Sibthu al-Giri al-Ishaqi al-Qodiri al-Musawi al-Hasani

Namun mengikuti teladan tawadhu Walisongo (yang tidak menonjolkan nasab dengan gelar berlebihan), beliau lebih memilih dipanggil dengan nama akrab "Gus Mursyid Adi Saputra".

Pendidikan Lengkap

Periode
Pendidikan
1997-1999
Pendidikan dari kakek KH. R. Muhammad Said
1999-2003
Madrasah Miftahul Hidayah Karangmalang Wetan
2000-2003
SD N 1 Karangmalang Wetan
2003-2008
PPUQ Miftahul Falah Kaliwungu (KH. Munawiruddin Badawi)
2003-2005
SD N 02 Kutoharjo, Kaliwungu
2005-2008
SMP N 1 Kaliwungu
2008-2011
PPTQ Al-Asy'ariyyah Kalibeber, Wonosobo
2008-2011
SMK Takhassus Wonosobo
2011
Tabarrukan ke KH. As'ad Al-Hafidz (santri kalong)
2012
Pare Kediri - Darul Furqan Camp (Bahasa Inggris)
2012-2018
STKQ Al-Hikam Depok (S1, Cumlaude)
2013-2014
Universitas Az-Zaitunah Tunisia (Beasiswa PBNU)
Sekarang
Persiapan S2 PAI di STAIMA Al-Hikam Malang

Sanad Al-Qur'an — 4 Jalur ke Mbah Munawwir Krapyak

Gus Mursyid memiliki 4 jalur sanad Al-Qur'an muttashil yang semuanya bermuara pada KH. Muhammad Munawwir Krapyak — sanad utama tahfidz abad 20 di Nusantara:

Status Ke-NU-an

Gus Mursyid memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi NU di Mimika:

BAB 6

Profil Ning

Ning Siti Imroatus Sholihah, S.Pd., Al-Hafidzah

— ❦ —

Identitas

Ning Siti Imroatus Sholihah, S.Pd., Al-Hafidzah lahir di Kendal, Jawa Tengah pada 14 Agustus 1992. Beliau adalah anak bungsu dari empat bersaudara, putri dari pasangan KH. Syamsuddin & Ny. Hj. Nuriyah, dari Karanganom, Kec. Weleri, Kabupaten Kendal.

Pendidikan Formal

Periode
Pendidikan
s.d. 2005
SD N 02 Karanganom, Weleri
2005-2008
SMP Ky Ageng Giri Demak
2008-2009
MDPA Raudlatul Ulum Pati
2009-2012
MA Raudlatul Ulum Pati
2012-2016
UNSIQ Wonosobo (Sarjana Pendidikan PGMI)

Pendidikan Non Formal (Pesantren)

Yang sangat istimewa: Ning Siti telah menempuh pendidikan di 4 pesantren NU ternama:

Sanad Al-Qur'an — 2 Jalur ke Mbah Munawwir Krapyak

Total dengan sanad Gus Mursyid, pasangan pengasuh PPUQHM membawa 6 jalur sanad ke Mbah Munawwir Krapyak — keberkahan ganda yang sangat istimewa untuk pesantren tahfidz.

Pernikahan dengan Gus Mursyid

Pernikahan Gus Mursyid dengan Ning Siti dilangsungkan pada 27 Desember 2018 — tepat 3 bulan setelah peresmian PPUQHM. Empat takdir indah menyatukan pasangan ini:

Putra-Putri Pengasuh

Peran di PPUQHM

Ning Siti adalah Pengasuh Santri Putri PPUQHM. Beliau saat ini fokus mendidik anak-anak (Ahmad Mursyid & Husna) dan mengasuh santri putri pesantren.

BAB 7

Visi, Misi, & Tujuan

— ❦ —

VISI

"Menjadi pesantren tahfidzul Qur'an unggulan yang melahirkan generasi ahlul Qur'an berkarakter Aswaja An-Nahdliyah dan berwawasan Islam Wasathiyah untuk kemaslahatan umat dan bangsa."

MISI

Untuk mewujudkan Visi tersebut, PPUQHM menetapkan tujuh Misi:

TUJUAN

Lulusan PPUQHM diharapkan memiliki lima karakter utama:

BAB 8

7 Keunggulan PPUQHM

— ❦ —

PPUQHM memiliki 7 keunggulan resmi yang membedakannya dari pesantren-pesantren lain di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur:

1

Sanad Al-Qur'an KH. Munawwir Krapyak

Setiap santri yang khatam 30 juz akan menerima sanad Al-Qur'an muttashil melalui jalur KH. Muhammad Munawwir Krapyak — sanad utama tahfidz abad 20 di Nusantara. Pasangan pengasuh PPUQHM membawa total 6 jalur sanad ke Mbah Munawwir Krapyak (4 dari Gus + 2 dari Ning), keberkahan ganda yang sangat istimewa.

2

Pengasuh & Pengajar Hafidz-Hafidzah

PPUQHM diasuh oleh pasangan hafidz dan hafidzah — sangat istimewa untuk pesantren tahfidz. Santri putra dibimbing langsung Gus Mursyid, santri putri dibimbing langsung Ning Siti. Selain pengasuh, para asatidz/asatidzah pengajar juga adalah hafidz/hafidzah dengan sanad muttashil.

3

Program Tahfidz + Kitab Kuning

Tidak hanya tahfidz, santri PPUQHM juga belajar kitab kuning klasik tradisi pesantren NU: Fathul Qorib, Fathul Mu'in, Aqidatul Awam, Tijan Darari, Ta'lim Muta'allim, Bidayatul Hidayah, Jurumiyah, Imrithi, hingga Alfiyah Ibnu Malik.

4

Pendidikan Formal SMP & SMA Terakreditasi

PPUQHM menggabungkan pendidikan tahfidz dan kitab kuning dengan SMP & SMA terakreditasi resmi. Lulusan tidak hanya menjadi hafidz/hafidzah, tetapi juga memiliki ijazah formal yang diakui Kemendikbud — sehingga bisa melanjutkan pendidikan tinggi ke perguruan tinggi mana pun.

5

Beasiswa Santri Dhuafa

PPUQHM mengikuti filosofi NU "murah meriah, banyak berkah" — pesantren tidak boleh menjadi institusi elit yang hanya untuk orang kaya. Karena itu, PPUQHM menyediakan beasiswa untuk santri dhuafa:

  • Beasiswa Penuh — untuk yatim/dhuafa berprestasi
  • Beasiswa Parsial — untuk keluarga ekonomi menengah ke bawah
  • Beasiswa Putra/Putri Daerah — khusus untuk santri Papua asli
6

Bermanhaj Aswaja An-Nahdliyah

PPUQHM tegas berdiri di atas manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah ala Nahdlatul Ulama: madzhab fiqih (utamanya Syafi'i), aqidah Asy'ariyyah-Maturidiyyah, dan tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi & Imam Al-Ghazali. Tradisi NU yang khas — tahlilan, yasinan, maulid, ziarah, shalawat, dan ta'dzim kepada ulama — dipertahankan sebagai identitas pesantren. Bebas dari radikalisme dan liberalisme.

7

Kerjasama Kampus Dalam & Luar Negeri

PPUQHM menjalin kerjasama dengan kampus-kampus dalam dan luar negeri, sehingga lulusan memiliki akses untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai institusi terkemuka. Latar belakang pengasuh sebagai alumni STKQ Al-Hikam Depok (Cumlaude) dan Universitas Az-Zaitunah Tunisia menjadi dasar jaringan internasional pesantren.

BAB 9

Sembilan Era Ustadz

Perjalanan Sembilan Tahun PPUQHM (2017-2026)

— ❦ —

Selama sembilan tahun perjalanan PPUQHM, pesantren ini telah dilalui oleh sembilan era ustadz dengan dinamika yang beragam — dari masa pembibitan, masa kelam, hingga masa panen raya.

Era 1: Gus Mursyid — Masa Pembibitan

2017–2018

Era pendirian. Gus Mursyid sendirian merintis dasar pesantren bersama masyarakat 5 wilayah Mimika. Masa peletakan batu pertama, hibah tanah, dan peresmian PPUQHM. Era spiritual paling intensif yang menetapkan pondasi pesantren.

Era 2: Ustadz Yusuf — Masa Merintis

2018–2019

Era awal operasional resmi pesantren. Mulai menerima santri-santri awal. Pembentukan sistem kesantrian dasar dan kurikulum awal.

Era 3: Ustadz Fajar — Masa Pertumbuhan

2019–2020

Era pengembangan kurikulum kitab kuning. Era ini juga ditandai dengan peristiwa duka — wafatnya Almarhumah Husnul Khotimah, putri pertama Gus & Ning yang wafat dalam kandungan usia 9 bulan.

Era 4: Ustadz Refa — Masa Kemunduran

2020–2021

Era yang penuh tantangan dengan pandemi COVID-19. Tetapi era ini juga menjadi titik pembentukan Tim Ubus-Ubus (Tim Belajar Ruqyah Aswaja) dan terbitnya IJOP (Izin Operasional Pesantren) dari Kemenag.

Era 5: Sobirin — Masa Kelam

2021–2022

Era yang paling sulit dalam sejarah PPUQHM. Konflik internal dan dinamika yang mengguncang pesantren. Tetapi dari era ini lahir pelajaran berharga tentang manajemen pesantren dan kaderisasi.

Era 6: Ustadz Hanif — Masa Pemulihan

2022–2023

Era kebangkitan setelah masa kelam. Era ini mencatat pencapaian besar: 2 hafidz perdana PPUQHM yaitu Harun Alry dan Kholid Ibrahim. Kelulusan mereka menjadi bukti bahwa PPUQHM mampu meluluskan hafidz dengan sanad muttashil.

Era 7: Ustadz Sahal — Masa Kebangkitan

2023–2024

Era pertumbuhan signifikan. Era ini mencatat 2 hafidzah perdana PPUQHM: Nilam Insansani dan Zulfa. Kelulusan mereka membuktikan PPUQHM mampu meluluskan hafidzah dengan sanad muttashil — menjadi pesantren tahfidz untuk putra DAN putri.

Era 8: Ustadz Wasik — Masa Panen Raya

2024–2025

Era kelulusan terbanyak: 5 hafidz/hafidzah lulus dalam satu era — Devita, Lindi, Yoga, Abdul Kholid, Nur Wasik. Era ini juga ditandai dengan tonggak besar: pembukaan Madrasah Ulumul Qur'an Hasyim Muzadi di SP 1 (17 Januari 2025), yang menjadi cabang resmi pertama PPUQHM.

Era 9: Ustadz Mahbub — Masa Sekarang

2025–2026

Era saat ini. Konsolidasi setelah masa panen raya. Persiapan untuk fase ekspansi yang lebih luas, peningkatan kualitas akademik, dan persiapan PSB Tahun Ajaran 2026/2027.

— ❦ —
"Setiap era memiliki hikmah, setiap ustadz memiliki kontribusi. PPUQHM adalah hasil kolektif dari sembilan era yang saling melengkapi."

BAB 10

Program Pendidikan

— ❦ —

Program Tahfidz Al-Qur'an

Program unggulan PPUQHM dengan target khatam 30 juz dan sanad muttashil:

Program Kitab Kuning

Bidang
Tingkat Dasar
Tingkat Lanjut
Fiqih
Safinah, Sullam
Fathul Qorib, Fathul Mu'in
Aqidah
Aqidatul Awam
Tijan Darari, Kifayatul Awam
Akhlak
Wasoya
Ta'lim Muta'allim, Bidayatul Hidayah
Tafsir
Hidayatul Mustafid
Tafsir Jalalain
Hadits
Arba'in Nawawi
Riyadhus Shalihin
Nahwu
Jurumiyah
Imrithi, Alfiyah Ibnu Malik
Sorof
Amtsilati Tashrifiyyah
Tashrifan
Tasawuf
Hidayatul Adzkiya
Minhajul Abidin

Pendidikan Formal SMP & SMA

PPUQHM menyelenggarakan pendidikan formal SMP & SMA yang terakreditasi resmi. Lulusan mendapat ijazah resmi yang dapat dipakai untuk:

Program Bahasa

Pengembangan Diri & Kepemimpinan

BAB 11

Pencapaian & Prestasi

— ❦ —

Pencapaian Institusional

Pencapaian Spiritual

Hafidz/Hafidzah Lulusan PPUQHM

Nama
Era Ustadz
Tahun
Harun Alry
Ustadz Hanif
2022–2023
Kholid Ibrahim
Ustadz Hanif
2022–2023
Nilam Insansani
Ustadz Sahal
2023–2024
Zulfa
Ustadz Sahal
2023–2024
Devita
Ustadz Wasik
2024–2025
Lindi
Ustadz Wasik
2024–2025
Yoga
Ustadz Wasik
2024–2025
Abdul Kholid
Ustadz Wasik
2024–2025
Nur Wasik
Ustadz Wasik
2024–2025

Karakter Lulusan PPUQHM

BAB 12

Cabang & Pengembangan

— ❦ —

Madrasah Ulumul Qur'an Hasyim Muzadi SP 1

Pada 17 Januari 2025, PPUQHM membuka cabang resmi pertama: Madrasah Ulumul Qur'an Hasyim Muzadi di SP 1 Mimika. Pembukaan ini menjadi tonggak ekspansi PPUQHM dari satu lokasi tunggal menjadi jejaring pesantren di Mimika.

Cabang ini didirikan dengan tujuan:

Rencana Ekspansi (Roadmap 2026-2050)

Mengikuti Masterplan PPUQHM 2026-2050, ekspansi cabang akan dilakukan dalam 5 fase:

Fase
Periode
Fokus
Fase 1
2026–2030
Konsolidasi Pusat — 5 cabang Mimika
Fase 2
2030–2035
Ekspansi Papua — 10 cabang seluruh Papua
Fase 3
2035–2042
Ekspansi Indonesia Timur & Awal Jawa
Fase 4
2042–2047
Keemasan Nasional — 50-100 cabang
Fase 5
2047–2050
Internasional & Estafet Kepemimpinan

Kerjasama Eksternal

PPUQHM menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk pengembangan pesantren:

BAB 13

Mengenal KH. Ahmad Hasyim Muzadi

— ❦ —

PPUQHM mengusung nama Almaghfurullah KH. Ahmad Hasyim Muzadi sebagai bentuk pengamalan dan kelanjutan estafet pemikiran sang Mahaguru di tanah Papua.

Identitas

Nama Lengkap
KH. Ahmad Hasyim Muzadi
Lahir
Tuban, Jawa Timur, 8 Agustus 1944
Wafat
Malang, Jawa Timur, 16 Maret 2017
Usia Wafat
72 tahun
Pesantren Pendiri
PP Al-Hikam Malang & PP Al-Hikam Depok
Posisi NU
Ketua Umum PBNU 2 periode (1999–2010)
Pengaruh Internasional
Sekretaris Jenderal World Conference of Religions for Peace

Pemikiran Islam Wasathiyah

KH. Hasyim Muzadi adalah tokoh terdepan Islam Wasathiyah — Islam moderat, tengahan, yang tidak ekstrem ke kanan (radikalisme) maupun ke kiri (liberalisme). Pemikiran beliau dirumuskan dalam beberapa buku:

Konsep Tafaqquh fid Din wa fil Mujtama'

Salah satu konsep terkenal KH. Hasyim Muzadi adalah Tafaqquh fid Din wa fil Mujtama' — bahwa santri tidak hanya mendalami agama (Tafaqquh fid Din), tetapi juga mendalami masyarakat (Tafaqquh fil Mujtama'). Pesantren bukan menara gading yang terpisah dari realitas sosial, melainkan pusat pencerahan yang turun ke masyarakat.

Konsep ini menjadi fondasi pemikiran pendidikan PPUQHM — santri harus menjadi ahli agama yang juga ahli memahami masyarakat di sekitarnya, termasuk masyarakat plural Papua.

Hubungan Khusus Gus Mursyid dengan KH. Hasyim Muzadi

Gus Mursyid adalah murid langsung KH. Hasyim Muzadi semasa kuliah di STKQ Al-Hikam Depok (angkatan ke-3, 2012-2018). Hubungan beliau dengan sang Mahaguru bukan hanya hubungan murid-guru biasa, tetapi mencapai puncaknya pada malam wafat KH. Hasyim Muzadi:

Pada malam wafat (16 Maret 2017): Sebelah kanan kepala beliau dimentalkin oleh Ny. Hj. Mutammimah (istri). Sebelah kiri kepala dimentalkin oleh Gus Yusron Sidqy (putra bungsu). Dan tepat di kaki beliau, Gus Mursyid membaca Surah Yasin.

Posisi yang sangat istimewa untuk seorang santri ini menunjukkan kedekatan spiritual yang mendalam antara Gus Mursyid dengan KH. Hasyim Muzadi. Tidak heran jika beberapa bulan setelah wafat sang Mahaguru, Gus Mursyid mendirikan PPUQHM sebagai bentuk penghormatan dan kelanjutan estafet dakwah beliau di tanah Papua.

BAB 14

Penutup & Doa

— ❦ —

Demikian dokumen Profil dan Sejarah Pondok Pesantren Ulumul Qur'an Hasyim Muzadi (PPUQHM) yang merangkum perjalanan sembilan tahun pesantren ini (2017-2026). Dokumen ini disusun bukan sebagai pamer pencapaian, melainkan sebagai dokumentasi resmi yang akan menjadi rujukan keluarga besar PPUQHM dan masyarakat luas.

Sembilan tahun bukanlah waktu yang panjang untuk sebuah pesantren. Pesantren-pesantren besar Indonesia — Lirboyo, Tebuireng, Sidogiri, Krapyak — semuanya sudah berusia ratusan tahun. PPUQHM masih berada di awal perjalanan panjangnya. Yang sudah dicapai sembilan tahun ini hanyalah pondasi awal — masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjadikan PPUQHM sebagai pesantren yang benar-benar berkah dan bermanfaat luas.

Tetapi sembilan tahun ini juga membuktikan bahwa keberkahan Allah SWT mengalir di setiap sudut bumi. PPUQHM, yang lahir di tanah ujung timur Indonesia, telah meluluskan generasi hafidz/hafidzah dengan sanad muttashil ke Mbah Munawwir Krapyak, telah membuka cabang di SP 1, dan terus tumbuh dengan dukungan masyarakat Mimika yang luar biasa.

"Kalau Allah ingin sesuatu terjadi, maka tidak ada yang bisa menghalanginya. Kalau Allah ingin sesuatu tumbuh, maka tidak ada gurun yang bisa menahannya."

Semoga PPUQHM terus tumbuh dengan keberkahan, melahirkan generasi-generasi ulama yang berkhidmah untuk umat, dan menjadi mercusuar Al-Qur'an di tanah Papua dan seluruh Nusantara. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

— ❦ —

Doa Penutup

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ مَعْهَدِنَا، وَأَدِمْ بَرَكَاتَهُ، وَاجْعَلْهُ مَنَارَةَ الْقُرْآنِ فِيْ أَرْضِ بَابُوَا، وَاحْفَظْ أَهْلَهُ مِنْ كُلِّ مَكْرُوْهٍ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

"Ya Allah, berkahilah kami dalam pesantren kami, langgengkanlah keberkahannya, jadikanlah ia sebagai mercusuar Al-Qur'an di tanah Papua, dan jagalah keluarga besarnya dari segala keburukan. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin."

— ❦ —

Mimika, 1447 H / 2026 M

Pengasuh PPUQHM,

Gus Mursyid Adi Saputra, S.Ag., Al-Hafidz& Ning Siti Imroatus Sholihah, S.Pd., Al-Hafidzah

← Kembali ke Beranda
💬