📋 Identitas
Ning Siti Imroatus Sholihah, S.Pd., Al-Hafidzah adalah Pengasuh Santri Putri PPUQHM sekaligus pendamping setia Gus Mursyid. Beliau lahir di Kabupaten Kendal pada 14 Agustus 1992 — lebih tua hampir setahun dari sang suami. Dalam tradisi pesantren, pasangan dengan istri sedikit lebih tua sering dianggap berkah, mengikuti teladan pernikahan Rasulullah SAW dengan Sayyidah Khadijah RA.
🏫 Pendidikan Formal
🕌 Empat Pesantren NU Ternama
Ning Siti telah menempuh pendidikan di empat pesantren NU ternama di Jawa Tengah:
1. PP. Giri Kusumo Demak
Asuhan KH. Munif Zuhri (2005–2008, sambil SMP Ky Ageng Giri) — Tradisi salaf-thoriqoh Naqsyabandiyyah
2. PP. Raudlatul Ulum Pati
Asuhan KH. Humam Suyuthi (2008–2012, jenjang MDPA dan MA) — Tradisi kitab kuning klasik
3. PP. Baitul Abidin Darussalam, Wonosobo
Asuhan KH. As'ad Al-Hafidz (mulai hafalan 2012, mendapat 15 juz) — Pesantren tahfidz
4. PP. Ittihadut Tholibin Kalibeber
Asuhan Ny. Hj. Umi Fatma — Selesai khatam 30 juz tahun 2017 dengan sanad muttashil
📿 Dua Sanad Al-Qur'an ke Mbah Munawwir Krapyak
Sanad Al-Qur'an Ning bersambung melalui dua jalur, semuanya bermuara ke KH. Muhammad Munawwir Krapyak:
Bersama dengan 4 sanad Gus Mursyid, pasangan pengasuh PPUQHM membawa total 6 jalur sanad ke Mbah Munawwir Krapyak — keberkahan ganda yang sangat istimewa untuk pesantren tahfidz.
💍 Pernikahan & Empat Takdir Indah
Pernikahan Ning Siti dengan Gus Mursyid pada 27 Desember 2018 dipertemukan oleh empat lapis takdir indah:
- Pertemuan dua cabang keluarga Abdurrosyid Kaliwungu
- Pertemuan dua keturunan Sayyid Ibrohim Maulana Ishaq
- Pertemuan sanad-sanad Mbah Munawwir Krapyak (4+2 = 6 jalur)
- Pertemuan di guru bersama KH. As'ad Al-Hafidz
👶 Putra-Putri Pengasuh
Wafat dalam kandungan usia 9 bulan (era Ustadz Fajar 2020) — calon penghuni surga
Pewaris tradisi Al-Hikam dari almamater ayahanda
"Husna" adalah gema dari "Husnul" — mengabadikan ingatan kepada sang kakak
🏠 Peran di PPUQHM
Sebagai Pengasuh Santri Putri, Ning Siti memegang tanggung jawab penuh atas:
- Pembinaan tahfidz Al-Qur'an santri putri
- Pendidikan akhlak dan adab santriwati
- Pendidikan fiqih khusus perempuan (haid, nifas, ibadah perempuan)
- Pendampingan personal santri putri dalam masalah-masalah keseharian
- Pendidikan anak-anak kandung (Ahmad Mursyid & Husna)
- Menjadi teladan langsung sebagai "ibu" bagi para santriwati
Beliau dengan sadar memilih untuk tidak aktif di organisasi NU eksternal, melainkan memberikan totalitas waktu, perhatian, dan tenaganya pada amanah utama sebagai ibu dan pengasuh.