Berdirinya Pesantren Ulumul Qur'an Hasyim Muzadi tidak bisa lepas dari nama pesantren itu sendiri, yaitu Hasyim Muzadi. Diawali dengan program masa bakti santri ke-3, Sekolah Tinggi Kuliyatul Qur'an Al-Hikam Depok.

Dalam program ini, KH. Ahmad Hasyim Muzadi mengutus seluruh mahasiswa Al-Hikam Depok angkatan 3 untuk disebar ke seluruh penjuru Nusantara. Gus Mursyid Adi Saputra, yang saat itu masih menjadi salah satu mahasiswa Al-Hikam Depok angkatan 3, diutus untuk mengabdi di bumi Cendrawasih, Kab. Mimika, tepatnya di SP3.

KH. Hasyim Muzadi
Al-Hikam Depok
Gus Mursyid Adi Saputra

Pengabdian Masyarakat

Gus Mursyid memulai pengabdiannya di Masjid Al-Fattah dengan menjadi imam sholat, khotib Jum'at, serta mewarnai suasana masjid dengan mengisi majelis ngaji anak-anak setiap ba'da maghrib dan kajian kitab fikih setiap Ahad pagi, serta mengajar hadroh kepada para remaja masjid.

Selain di Masjid Al-Fattah, beliau juga mengabdi di LP Ma'arif NU dengan menjadi imam Duha dan Asmaul Husna, guru Al-Qur'an, serta menjadi pengajar di ekskul hadroh.

Pengabdiannya juga berlanjut kepada masyarakat SP3, memulai pendekatan kepada masyarakat secara perlahan melalui futsal dan bermain PS2 bersama, hingga menjadi imam Yasin Tahlil dan kajian kitab kuning di Mushola Al-Barokah, membentuk Majelis Sholawat Al-Barokah, mengisi pengajian di majelis ibu-ibu dan di berbagai organisasi seperti KKJB, serta membentuk Mahasantri pada 3 Desember 2017.

← Kembali ke Beranda
💬